Pagiii....
Dalam rangka mengisi liburan midtest anak2 selama seminggu di akhir September 2022, Gusti Yeni Famtrip memanfaatkan waktu libur menuju Garut Jawa Barat. 

Garut disebut Swiss Van Java, saya baru tahu lho setelah berkunjung kesini. Beneran memang pemandangan alam Garut kereen dari beberapa sisi.

Garut dikelilingi beberapa Gunung, selama di Garut kami menginap di 4 penginapan dengan 2 penginapan berfasilitas air panas alami plus waterboom GRATIS buat tamu menginap, 2 penginapan lain bertema tradisional Sunda lengkap dengan mainan tradisionalnya.

Nah destinasinya apa saja yang kami kunjungi, Alhamdulillah sangat beragam nanti saya kupas satu persatu mulai perjalanan kami naik ke Papandayan sampai ke suatu Pulau sangat tradisional yang masih memegang adat.

Salah satu destinasi yang akan saya ulas disini adalah Kawah Kamojang, jadi setelah menginap di Kampung Sampireun,  jalur kembali ke Jakarta kami melewati pegunungan perbatasan Garut dan Bandung, tepatnya di Geothermal  PLTP Kamojang terdapat Kawah Kamojang.



Obyek wisata Kawah Kamojang menjadi salah satu tempat liburan yang populer karena murah meriah dan udaranya sejuk maklum berada di ketinggian.

Kawah Kamojang berasal dari Gunung Berapi yang masih aktif. Begitu memasuki loket tiket pertama kami 2 dewasa 2 anak 1 mobil hanya dikenakan biaya Rp. 20.000 saja mulai masuk hutan karena banyak pepohonan dan destinasi pertama adalah Kawah Manuk.
                 Kawah manuk docpri

Kawah Manuk berada di sebelah kiri jalan ketika kita menuju area parkir Kawah Kamojang. Berupa lautan kolam lumpur yang bergejolak seperti air mendidih dengan kepulan asap yang terbang diudara.

Saya melihatnya seperti ngerii karena tepat di pinggir jalan ada pembatas besi sebagian saja....

Maju lagi sekitar 200 meter terdapat lagi kawah yang bernama Kawah Berecek, hampir mirip dengan Kawah Manuk, lokasi persis di pinggir jalan bahkan tanpa pembatas besi, tanah sekitarnya sampai berasap saking dibawahnya terdapat sumber air panas.
                kawah berecek docpri

Masuk lagi kedalam baru kita temui gerbang tanpa ada penjaga,padahal ada ruang jaga mungkin karena kami datang di hari biasa kali ya, masuk kedalam ada area parkir luas dengan toilet, musholla, dan orang yang berjejer jualan.

Kami memarkir mobil kemudian berjalan naik keatas ketemu dengan Kawah Kereta Api.

Kawah Kereta Api disebut demikian karena dari kejauhan seperti uap lokomotif kereta api yang menyembur kencang keatas.
                 kawah kereta api dari jauh            kawah kereta api dari dekat

Disekitar kawah kereta api juga ada lubang kecil dan lubang besar tempat keluarnya uap air panas.
Sekitar 100 meter terdapat anak tangga keatas lagi, kami menaiki anak tangga keatas sekitar 300 meter terdapat Kawah Hujan dimana uap dan air panasnya ada di beberapa titik, disediakan toilet air panas alami.

Kawah Hujan lokasinya diatas uapnya lebih berasa panas, dan air yang keluar dari sela-sela bebatuan juga lebih panas.
ada yang merebus telur di lubang air panas ini
Manfaat Uap dan Air Panas Alami yang mengandung belerang

1. Mengobati gatal-gatal pada kulit, saya dan anak-anak kulit sensitif mudah gatal, salah satu alasan kami berburu air panas alami karena biar gatal-gatal hilang. Padahal sudah beberapa kali ke dokter kulit tapi masih suka timbul tenggelam gatalnya. Di Kawah Kamojang ini dari air panas yg mengalir kami tampung buat cuci kaki tangan usap usap kulit gatal.

2. Uapnya bagus buat yang jerawatan

3. Air panas alami juga bagus untuk kesehatan, capek-capek hilang kalau berendam di dalam air panas alami.

Nah menurut saya, sayang sekali tempat ini tidak di kelola dengan baik, seperti :

1. Dibuat kolam berendam, yakin deh pasti banyak yang mau berendam air panas alami apalagi pemandangan alamnya bagus.

Contoh :
Kolam air panas alami Gunung Papandayan                                        (docpri)

2. Seperti pengalaman kami di Kawah Domas, di buat beberapa kolam kecil, terdapat petugas yang menawarkan jasa pijit dengan masker lumpur alami dari kawah. Nah di area kawah hujan ini sangat cocok dibuat seperti itu apalagi airnya hot banget bisa buat merebus telur.
contoh dibuat seperti di Sembawang Hot Spring, tempat merebus telur (docpri)

3. Toilet yg disediakan tidak terawat, kotor kumel baknya sampai hitam padahal sayang banget air panasnya bisa mengobati gatal gatal.
bak berendam di Sembayang Hot Spring Singapore (docpri)


Kolam berendam tradisional di Gunung Batur Bali (docpri)

Itu sekilas perjalanan kami ke Kawah Kamojang, semoga dikemudian hari ada perubahan yang lebih baik lagi.

Artiket terkait pengalaman kami berburu air panas alami :