Hai haii sobatku semuaa semoga sehat selaluuu....
Meski kasus covid kembali naik, anak-anak sudah kembali beraktifitas malah pada fieldtrip di sekolahan akhir Agustus 2022 ini.

Familytrip kami ke Bali tanggal 20 Agustus - 23 Agustus 2022 kemarin, meski hanya 4 hari tapi kami buat ittinerary yang seru pastinyaa destinasi yang tidak biasa yaa....


Begitu landing pukul.08.45 WITA kami sarapan sebentar di Ayam Betutu lanjut di Goa Giri Campuhan Waterfall supaya satu jalur karena kami menginap di depan Danau Batur.

Destinasi berikutnya adalah Desa Penglipuran...

Desa Penglipuran

Merupakan desa wisata yang mengusung konsep dimana adat dan ajaran leluhur masyarakat hindu di Bali di pertahankan hingga saat ini. 

Suasana di Desa ini Asli seperti Bali terdahulu, berada di dataran tinggi membuat udara disini sejuk bahkan kalau malam cenderung dingin.

Konsep Tri Hita Karana yaitu adanya keharmonisan antara Tuhan, Manusia dan Lingkungan. 

Tata Ruang Desa Penglipuran yaitu turun menurun dengan Konsep Trimandala dimana bagian dari Desa Penglipuran dibagi tiga( 3 )

Wilayah Utara

Bernama Utama mandala alias tempat suci atau tempat sembayang, terdapat Pura Penataran
Pura tempat beribadah dan aktifitas kegiatan keagamaan lainnya. Bagi yang sedang menstruasi dilarang masuk.


Wilayah Tengah / Bagian Bawah

Tempat tinggal masyarakat Bali, rumah disini seragam mulai warna dan model, ditata rapiiih berada di kanan kiri jalan utama dengan pagar yang memiliki pintu yang disebut angkul-angkul.

Wilayah selatan 
Tempat pemakaman alias kuburan, jadi Masyarakat desa Panglipuran kalau meninggal di kubur, bukan di bakar (Ngaben) atau di letakkan di bawah Pohon Trunyan

Karang memadu : Tempatnya berada di ujung digunakan untuk masyarakat yang berselingkuh, dihukum di Karang Memadu ini.
Desa Penglipuran ini melindungi wanita, para suami dilarang mendua, jika ketahuan maka akan di hukum.


Desa Penglipuran ini pernah di nobatkan sebagai Desa Terbersih ketiga di dunia lhoo....
Setelah Desa Mawlynnong di India dan Desa Giethoorn di Belanda.

Masya Allah yaa...

Pada tahun 1993, pemerintah menjadikan Desa Penglipuran menjasi Desa Wisata melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Bangli No.115 tanggal 29 April 1993.

Desa Penglipuran ini seperti Gili Trawangan dimana tidak boleh kendaraan bermotor masuk sehingga kualitas udaranya bagus bersih.

Masyarakat yang tinggal di Desa Penglipuran ini dulunya ada iuran sekarang sudah tidak ada iuran lagi. 

Hasil dari tiket masuk wisatawan lokal sebesar Rp.25.000 / orang dewasa dan Rp. 15.000/ anak, cukup untuk menjaga Desa Penglipuran.
             Tiket lokal dewasa 25.000
              Tiket lokal anak-anak 15.000

Tidaklah merugi kita datang kesini bersama anak-anak, banyak hal yang bisa di pelajari disini.

Desa Penglipuran ini seperti pengalaman kami mengunjungi Narai-Juku Jalur Perdagangan dahulu di Jepang.  Persis mirip Narai-Juku jalannya masih sama, dengan model rumah, penginapan di jaman Edo, penduduknya berjualan suvenir dan rumah makan di rumah dengan model kuno seperti dulu.

Desa Penglipuran ini juga sama dengan Desa Sade atau Kampung Tradisional Desa Senaru Lombok Utara, kebetulan Juli 2022 kemarin Gusti Yeni Famtrip habis berkunjung ke Lombok.

Desa Penglipuran disusun secara rapi dari hulu sampai hilir dengan bangunan sama, warna cat sama, dan pintu angkul angkul khas Bali yang seragam.

Desa Penglipuran konturnya kebetulan kami masuk dari pintu bawah berjalan dari bagian bawah rumah masyarakat kanan kirinya dan sampai  atas menuju area utama.
           Area Utama Desa Penglipuran

Ada apaa sih di Desa Panglipuran??

1. Belajar Budaya Masyarakat Bali

Di Desa Penglipura terdapat 3 Pura untuk beribadah antara lain Pura Penataran, Pura Dalem dan Pura Puseh.

Tradisi besar yang dilakukan di Desa Penglipuran ini adalah Ngusaba, penyembutan Hari Raya Nyepi. Acara keagamaan akan ramai di padati masyarakat yang beribadah di Pura Penataran.
Pura Penataran ini berada di bagian utara letaknya lebih tinggi dari rumah penduduk
Berbagai perayaan upacara adat di laksanakan disini, seperti Perayaan Galungan, Kuningan dan ibadah lainnya.

Desa Penglipuran ini bersih dan tertata sangat rapi. Bentuk rumah hampir sama dimana setiap rumah lengkap memiliki tempat ibadah, dapur sekaligus untuk tidur kok sama ya dengan Desa Senaru Lombok Utara.

Rumah Asli penduduk di Desa Penglipuran terbuat dari bambu dimana di dalamnya ada dapur dan tempat tidur. Toilet, sanggah / tempat ibadah, tempat duduk santai dan tempat alat pertanian berada di luar.

    Saya duduk di depan rumah warga.docpriBagian dalam kebetulan ada nenek-nenek sedang tidur Depan tempat tidur tadi adalah dapur untuk memasak dengan menggunakan kayu


2. Kuliner makanan dan minuman khas Deaa Penglipuran

Mampir ke Desa Penglipuran jangan lupa mencoba minuman segar menyehatkan Loloh Cemcem, minuman hijau yang terbuat dari perasan daun cemceman, membuat badan segar rasanyapun enakk, asem asem segar. Minuman Loloh Cemcem banyak di jual dalam bentuk botolan seharga 5rb saja.
                              Docpri
 Untuk makanan bisa mencoba Tipat Cantok berupa ketupat dan berbagai sayuran yang di rebus dan diaduk dengan bumbu kacang. Kalau di solo seperti gado gado yaa...


3. Menginap di Rumah Penduduk, merasakan suasana Desa Penglipuran yang berhawa sejuk

Sobat GustiYeniFamtrip bisaa banget menginap di Desa Penglipuran, di sini disediakan Home Stay hanya Rp. 250.000/ malam.
Kamarnya bagus, bersih dengan kamar mandi didalam.

Model homestay menyerupai rumah bali, mulai model pintu dan genting kamarnya.

         Homestay Desa Penglipuran docpri
Pintu angkul-angkul, pintu khas bali dimana lebarnya hanya cukup untuk satu orang saja.
Kamar dengan kamar mandi di dalam, terdapat kasur meja kursi

4. Membeli suvenir 
Masyarakat di Desa Penglipuran ini mengandalkan pemasukan harian dari berjualan suvenir, jualan makanan cemilan, dan persewaan baju adat Bali.

Ketika kami berkunjung disini lagi musim durian, banyak yang jualan durian disini.

Persewaan dan riasan menggunakan baju adat bali mulai 150 - 500 rb.

5. Berfoto di Hutan Bambu
Masyarakat masih menjaga hutan bambu untuk mempertahankan daerah resapan. Tidak boleh sembarangan menebang bambu harus memiliki ijin terlebih dahulu.

Kerimbunan hutan bambu cocok buat berfoto ria sambil beristirahat.

Semoga di setiap daerah di Indonesia kedepannya ada wisata edukatif seperti Desa Penglipuran ini sehingga anak-anak mudah untuk mempejarinya.

Penghargaan yang di sabet Desa Penglipuran
1. Tahun 2016 Desa Terbersih ke-3 dunia versi majalah International Boombastic.
2. Tahun 2017 Peringkat Terbaik kategori pelestarian budaya dari ISTA (Indonesia Sustainable Tourism Award)
3. Tahun 2019 Top 100 versi Green Destinations Foundation

Desa Penglipuran
Jl. Panglipuran, Kubu
Kec. Bangli, Bali 
Indonesia

Buka 08.15 WITA
Tutup 18.00 WITA
Tiket dewasa Rp. 25.000
Tiket Anak Rp. 15.000