"Traveling is a Really Valuable Learning Experience"(Tess Pajaron)

"Traveling is leaves you speachless, than turns you into a storyteller" (Ibn Batuta)

Yesss Ungkapan diatas adalah benar adanya bagi kami. Traveling adalah Pengalaman Belajar yang sangat berharga, dengan traveling membuat Ilmu kami bertambah, tambah pengalaman pastinya dan menjadi pribadi yang simple. Traveling juga membuat kami semakin merasa kecil karena Allah Maha Kuasa dg Ciptaan-Nya yg indah, merasa banyak bersyukur di beri kesempatan menikmati bumi Allah yang lain.

Perjalanan familytrip kami di mulai sejak anak kedua usia 3th dan anak pertama usia 5th hampir 6th pada tahun 2016, dimana perdana anak-anak naik pesawat terbang. Perjalanan perdana juga bukan perjalanan yg mulus tapi ada adventurenya, kami mendatangi suku dayak di pedalaman kalimantan tepatnya di Sampanahan. Perjalanan perdana bukan menginap di hotel berbintang akan tetapi penginapan sederhana ala kadarnya dg kasur tipis ada hewan kasur (kalau di solo biasa menyebutnya "hewan tinggi"). Perjalanan-perjalanan berikutnya trip mandiri ke negeri orang, explore goa, jalan kaki jauh, kedinginan tidur di lantai bandara Alhamdulillah banyak keseruan lainnya.

Nah di familytrip kami ke Lombok akhir Juni sampai awal Juli 2022 kemarin saya mengajak anak-anak mengunjungi teman dekat saya ketika SMA & kuliah di UNS Solo. Tidak ada yang spesial yaaks berkunjung ke teman dan mengenalkan ke anak-anak kami. 

Eits tunggu dulu, teman saya ini sangat spesial beliau bernama FITRI NUGRAHANINGRUM.
FITRI adalah Tuna Netra, teman saya semenjak SMAN 5 Surakarta, lanjut beliau diterima UMPTN S1 di pendidikan luar biasa UNS (Universitas Sebelas Maret Surakarta), kemudian mendapatkan beasiswa S2 Managemen Pendidikan di UNS juga. Saat ini beliau sedang mempersiapkan diri ke Boston Amerika mendapatkan beasiswa untuk kuliah disana di usia yang tak lagi muda 43 tahunan.

Fitri dulu adalah pendiri yayasan Al Fitrah di Solo, aktifis KAMMI ketika kuliah. Lulus S2 bekerja di Yogya. Mendapatkan suami dari Lombok akhirnya pindah mengikuti suami ke Lombok NTB.

Fitri tetaplah seperti Fitri yang dulu saya kenal, meski memiliki keterbatasan fisik akan tetapi beliau tetap berkecimpung di dunia sosial.
Fitri miliki kakak 1 dan adik 1, Fitri anak orang yang tidak mampu, orang tuanyapun bukan berada, rumah masih ngontrak, ibunya perawat di rumah sakit swasta dan Bapaknya tidak bekerja, beliau kesekolah naik bus atau jalan kaki. Ngobrol dengan Fitri tuh santuyy seperti ngobrol dengan orang normal,  kami bercanda biasa dan saya akui Fitri sangat cerdas, ketika berdiskusipun dia sangat pintar, aktif berorganisasi pula.

Kami dulu jaman kuliah dekat meskipun kami beda jurusan karena saya ikut berkecimpung di Yayasan Al Fitrah dimana konsen dengan anak-anak tidak mampu, brokenhome mengajar ngaji mengenal islam dkk. Suka duka kami lalui naik motor mencari donatur.

Fitri pernah masuk Kick Andy dan mendapatkan banyak penghargaan. 
Sebetulnya sejak tahun 2021 kemarin kami sudah memiliki tiket perjalanan ke Lombok karena PPkM berkali-kali membuat tiket rechedule sampai 3x. Qadarullah tahun 2022 beneran Allah memberi kemudahan kami berkunjung ke Lombok.

Excited dunk yaks karena akan bertemu sobat lama, dan mengenalkan kepada anak-anak kami bahwa tante Fitri meski Tuna Netra tapi berguna bagi masyarakat dimanapun beliau berada.

Tante Fitri ditengah keterbatasannya beliau lebih pinter dari Bunda, mulai dari lulus S1 cumlaude, lanjut S2 sekarang persiapan melanjutkan study beasiswa ke Boston Amerika.

Saya jelaskan ke anak-anak beliau tidak kaya materi tapi kaya hati, Alhamdulillah melalui murobi beliau mendapatkan suami sehat normal dan mau menerima tante Fitri apa adanya.
   Fitri dan suaminya berkaos kuning, memberi sambutan kepada anak-anak Paud

       Pembagian hadiah setelah outbond

Berkenalan dengan Fitri membuat Ranggi & Ichj terbengong-bengong kebetulan kami di Lombok ketemu beberapa kali, sampai Fitri dan suaminya menjenguk kami di Resort dg private pool dan private beach Pantai Sira naik motor, dimana jaraknya jauh sekitar 1.5 jam dari rumahnya.

Fitri bersama anak asuh yang menginjak kuliah di penginapan kami

Semoga dengan melihat kegiatan tante Fitri, melihat cara tante Fitri bicara ngobrol anak-anak semangat untuk menjadi generasi muda yang tangguh, peduli dengan sesama.

Saat ini Yayasan Al-Fitrah di Solo masih berjalan yang menjalankan adik adik mahasiswa UNS. Yayasan Samara di Lombok yang didirikan Fitri bersama suaminya Bp Zaki merupakan yayasan nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Yayasan Samara berdiri sejak 2017 di Dusun Karang Bedil Selatan Rt 3 Kediri Lombok Barat.

Tujuan Yayasan Samara

Yayasan Samara memiliki tujuan untuk :
 -Mewujudkan masyarakat inklusi, melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat mulai usia dini sampai lanjut usia. 

- Menghapus labeling yang disematkan pada anak baik yang berupaa kelainan fisik maupun status sosial yang disandang spt anak jalan, anak yatim, anak cacat dkk

Ruang Lingkup Kegiatan

1. Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Paud, TK Inklusi bagi yang tidak mampu, Pemberian bea siswa, Penyelenggaraan pendidikan orang dewasa dkk

2. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
3. Pemberdayaan Komunitas Disabilitas
4. Riset Disabilitas
5  Sosial kemasyarakatan

Kegiatan dan Kerjasama Strategis

Beberapa institusi yang terlibat dan mendukung kegiatab Yayasan antara lain

1. HWCI (Handle With Care International)
2  Kick Andy Foundation
3. PT Rinjani Tirta Abadi
4. LAZ Al Azhar
5  Astra Honda NTB
5. Islamic Relief
6. Komunitas Hiperkes UNS
7. Otoritas Jasa Keuangan NTB
8. Komunitas Tangan di Atas
9. Kemensos
10. Indika Foundation
11. Rumah Sakit Apung dr Li Darmawan
12. Klinik dr Ratna Dewi
13. Runjani
14. Bank Suara NTB

Kelompok sasaran yang di bina :
- Penyandang Disabilitas
- anak anak
- Remaja
- Orang tua, Lansia
- Pengusaha kecil di Lombok

Hasil karya Fitri dan teman disabilitas
Masya Allah tabarakallah saya yang normal tidak bisa membuat tas rajut, kurang sabar dan telaten dan itu Fitri berikan contoh spesial buat saya hasil tangannya sendiri.

Pemasukan Yayasan
1. Donatur tidak tetap
2. Penjualan Peci
3. Penjualan Sambal Bajo, Sambal Teri, Sambal Cumi enaak banget sambal kering bisa di gadoo 👍
4. Penjualan tas dompet rajut
5. Penjualan mutiara tawar dan laut
6. Penjualan kopi
7. Penjualan gula aren
Kegiatan Idhul Adha di Yayasan Samara

Alhamdulillah tahun ini bisa menyembelih 1 ekor Kambing dan 1 ekor sapi untuk di bagikan di masyarakat sekitar.

Fitri tetaplah Fitri yang berpegang teguh pada Kejujuran dan Amanah.

Kejujuran dan amanah pada saat ini memang hal yang mahal, banyak yang silau akan harta pangkat jabatan. Fitri bercerita kalau dari pemerintah dapat bantuan untuk yayasan tapi secara tidak langsung minta di potong ini itu dengan alasan administrasi dkk. Fitri tidak mau karena dana itu untuk membantu anak2 putus sekolah, yatim dkk itupun masih kurang. 

Banyaklah cerita2 seperti itu apalagi ketika gempa banjir Lombok 24 jam Fitri dkk membantu tanpa lelah, eeeh ada yg ikutan pansos kebetulan mau pemilu.

Semoga terus amanah, jujur dan tidak silau duniawi ya Fitri temanku, teruslah menjadi pribadi yg berguna bagi sekitarnya 🤲🤲🤲.

"Bukan Harta yang kami tinggalkan kepada anak-anak, tapi pengalaman & menjadi pribadi yang bermanfaat"
Fitri dan suami dibela2in ke bandara naik motor demi say goodbye makasih ya Fit.

Sekian dulu teman-teman, monggo silakan langsung hubungi FITRI WA 081237228568
bagi yang berminat membeli produk Yayasan Samara dimana yg membuat teman-teman disabilitas, dan memberdayakan ekonomi petani kopi, gula aren sekitarnya.

Nb :
1. Sewa mobil + driver + BBM jauh dekat 12 jam 500rb / hari hub WA Pak Eka 0819 0762 6370 sekalian kapal glassbottom explore gili

2. Sewa Drone perhari 1 jt kami sewa 2 hr 1.5 juta WA 0819 3316 6603

Ulasan tentang lombok bisa klik di sini