Mimpi adalah kunci 
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya

Hai teman-teman Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh pasti taukan lirik lagu di atas?. Yess Laskar Pelangi di mana film dan novelnya sempat booming.
Alhamdulillah salah satu impian kami terwujud di bulan April 2021. Kami bisa berkunjung ke Belitung. Sebetulnya April 2020 kami ke Belitung tapi karena awal pandemi di tutup jadinya tiket refund. Anak-anak mupeng banget dengan keindahan Belitung jadi begitu kami mendadak lets go mereka excited 😀.

Rencana ke Belitung waktu itu mendadak berawal dari suami iseng cek tiket Air Asia Jakarta - Tanjung pandan PP + Hotel Fairfield Belitung 3D2N + sarapan dan 2 kamar total 4 orang (saya, suami dan 2 anak) 4 jutaan.

"April tahun 2020 tiket belitung kami yg refund lebih murah lagi pp citilink 4 orang 2jtan"

HARI I
Kami ambil penerbangan pagi taklupa menunjukkan hasil negatif rapid antigen ketika cek in. Kondisi bandara Soeta saat itu sepiii karena pandemi.
Kenapa pagi? 
Supaya tidak rugi pastinya begitu sampai di Belitung kan langsung explore kotanya lanjut cek in Hotel. Pulangnya kami ambil penerbangan sore kembali lagi biar tidak rugi cek out pas jamnya dan masih bisa belanja jastipan produk Belitung.

Sepii sekali bandara Soeta waktu itu.

Perjalanan udara dari Jakarta menuju Tanjung Pandan Belitung sekitar 1 jaman. Begitu landing kami sudah sewa mobil + driver + BBM 500 rb/hari sehingga driver sudah menunggu kami.
Dapat bucket coklat dari mas Adit 

Mas Adit adalah nama driver kami, sambil melajukan mobil menuju Resto Nelayan Seafood untuk "makan pagi menjelang siang" beliau bercerita tentang terpuruknya pariwisata di Belitung semenjak pandemi. Mas Adit sampai banting setir jual makanan membantu istrinya, dulu libur antar tamu seminggu sekali, saat pandemi antar tamu paling sebulan sekali.
Nelayan Seafood ini ikannya fresh seger-seger untuk harga seperti harga Jakarta euy. Belitung ini meskipun dikelilingi pantai tapi harga ikan mahal. Kebetulan saya punya teman asli Bangka Belitung juga ngeluh harga makan di Belitung seperti Jakarta. 

Setelah makan sholat di Resto Nelayan kami melanjutkan perjalanan menuju Danau Kaolin. Kota Belitung itu kecil dimana jalanannya lurus, aspal halus, jumlah lampu merahnya bisa dihitung jari tidak sampai 10.

DANAU KAOLIN
Danau ini terbentuk akibat penambangan kaolin besar-besaran jaman dulu. Kaolin merupakan mineral yang di pergunakan untuk bahan porcelain, kosmetik, pasta gigi dkk.

Danau kaolin ini cakep dan unik karena di kelilingi hamparan pasir putih dengan air danau yang biru turquoise, kontras menghasilkan warna cakep.

Kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Tanjung Pendam. Pantai Tanjung Pendam ini bagus untuk berburu sunset, lokasinya juga strategis di keliling Hotel Berbintang, sarana olah raga, aneka cafe / tempat nongkrong, ada panggung hiburan juga disaat weekend.

Malam hari kami lewat di sini rame pada nongkrong anak-anak muda apalagi itu pas malam minggu.

Dulu pantai ini di kelola oleh PT Timah karena itulah lokasi Pantai ini dekat dengan rumah-rumah petinggi PT Timah, dimana sampai sekarang rumahnya masih ada. Pantai Tanjung Pendam saat ini dikelola oleh pemerintah Belitung. 

Kami tidak lama di Pantai ini karena anak-anak penasaran dengan Hotel tempat kami menginap. 

Kami menuju Hotel Fairfield dimana lokasinya tidak jauh dengan Pantai Tanjung Pendam. 
Hotel Fairfield by Marriot berada di Jalan Pattimura no. 1. Hotel Bintang 4 yang tergolong baru, memiliki pemandangan pantai, kolam renang outdoor, resto & cafe dengan pemandangan kolam renang include pantai. Hotel selain Hotel Fairfield by Marriot berjejer di sepanjang jalan Hotel berbintang lainnya seperti BW Suite, cafe, resto, oleh-oleh khas Belitung, Ketam Adena dkk jadi recomended yaa menginap di sini.

View dari resto jadi kalau pas sarapan pagi atau makan malam melihat kolam dan pantai di belakang taman. Pantainya bisa kita datangi lho.
Kamar anak kami, kami booking 2 kamar.
Kamar saya yg berdampingan dengan kamar anak-anak view kolam dan laut. Sebetulnya kami dapat city view Alhamdulillah Free upgrade dapat sea view.
Dapat free birthday cake dari hotel

Malamnya kami makan malam ke Ruma Makan Belitong Timpo Duluk. Rumah makan ini temanya tempo dulu, mulai dari desain rumah, hiasan didalamnya hingga piring penyajiannya jaman dulu.

Rumah makan ini rame sekali padahal kami datang sudah agak malam, parkirnya panjang, antri makanan datang juga lama.

Kami datang di tanggal 2 April 2021 Pak Sandiaga meresmikan Resto ini Februari 2021.
Sudah mulai sepi pengunjung ketika kami selesai makan.
Es jeruk kunci hammoi khasnya belitung, saking sukaknya kami beli jeruk kuncinya buat di bikin sendiri di rumah. 

Untuk menu standart kami pilih ayam goreng kesukaan anak-anak, nasinya di bungkus daun, harga seperti di Jakarta mungkin karena kategori resto terkenal ya. Sama seperti kalau saya mudik solo resto terkenal harganya mahal.

HARI II
Kami persiapan Hopping Island, snorkling sepuasnya seharian. Kami sewa kapal + pelampung lewat agen persewaan mobil, harga sewa kapal diluar alat snorkling 450rb, sewa drone + operator 1 juta sehari.

Jarak Hotel Fairfield ke Dermaga Tanjung Kelayang sekitar 25 km waktu tempuh 30-45 menit. Teman-teman kalau ke Belitung menginapnya di Belitung Kota saja jangan di area Pantai Tanjung Tinggi atau area dermaga Tanjung Kelayang. Kenapa?
Karena jaraknya jauh dari kota, jalannya sepi, kemana-mana jauh bahkan karena pandemi terkesan seperti penginapan yang horor. 

Penginapan di area Tanjung Kelayang atau Tanjung Tinggi seperti swissbell hotel, Sheraton Hotel, Santika Hotel dll.

Explore Pulau - Pulau di Belitung antara lain :
Pulau Batu Garuda
Masyarakat menyebut Batu Garuda karena ada batu yang menonjol  seperti kepala garuda.
Khasnya Belitung mempunyai batu granit guedhe-guedhe dulu datangnya bagaimana yaaks? Masya Allah ciptaan Allah luar biasa.

Pulau Batu Berlayar
Hasil foto drone pasir putih, air jernih bersih, batu granit besar ada juga batu karang hitam.


Disebut Pulau Batu Berlayar karena susunan batunya menyerupai kapal layar. Di pulau ini tidak ada tumbuhan yang bikin teduh, pasir putih dan batuan gedhe yang mendominasi di sini.

Pulau Lengkuas
Pulau Lengkuas ini memiliki mercusuar peninggalan Belanda pada tahun 1882 dimana sampai saat ini masih di pergunakan untuk menuntun lalu lintas kapal keluar masuk Belitung.

Selain mercusuar Pulau Lengkuas ini juga terdapat hutan dimana kami melihat satwa komodo, monyet, kadal, biawak yang tidak sengaja nongol di belakang warung tempat jualan gorengan di Pulau ini, penyu hijau juga suka bertelur di pulau ini.
.
Alhamdulillah kami berhasil naik ke atas mercusuar yang memiliki tinggi kurang lebih 50 meter. Anak-anak di larang naik ke mercusuar ini karena ini bangunan lama dimana tangganya curam 45 derajat, ada yang mulai rapuh dan ditakutkan anak-anak melihat makhluk astral.


Spot snorkling di dekat pulau lengkuas ini juga sangat bagus. Aneka ikan warna warni, airnya jernihh kereen banget gak kalah sama Kepulauan Derawan.
foto Pulau Lengkuas diambil dari kapal ketika kami snorkling.

Pulau ini di huni penjaga mercusuar, ada penjual gorengan dan minuman juga disini tapi ketika sudah sore mereka balik ke dermaga.

Selama kami naik ke mercu suar anak-anak ngemil gorengan yang masih panas disini.
Untuk harga kelapa hijau utuh standart 15rban, harga gorengan juga murah 👌.

Pulau Kelayang
Pulau Kelayang ini merupakan Pulau yang tidak berpenghuni dimana di dalamnya terdapat goa dengan batu-batu besar dan akar pohon yang melilit batuan.

Pulau ini biasanya di pakai wisatawan untuk makan siang, dimana menunya sudah pesan dahulu ke salah satu restorant di Dermaga Tanjung Kelayang sebelum mulai hopping island. Menu yang sudah kita pesan di antar ke pulau ini, nah personel kami satu kapal selain kami berempat ada mas Adit, operator drone, nakhkoda kapal 2 orang, saya pesan makan lumayan banyak eeeh ternyata jatah nakhoda kapal, guide dkk sudah di sediakan sendiri oleh restorantnya alhasil makanan kami sisa banyak, minta di bungkus boleh kok.
Pulau Kelayang dari kapal ketika kami snorkling.


Goa Kelayang
Di Pulau Kelayang ada goa, rugi dunk ya kalau tidak masuk ke dalam goa, nah pulau ini teduh karena banyak pepohonan rindang.
Jalan menuju goa masuk hutan dimana didalamnya banyak terdapat batuan gedhe gedhe.



Goa di sini bukan goa gelap gulita masuk lorong dalam ya, akan tetapi berupa tumpukan-tumpukan batu granit besar yang membentuk celah, ketika air laut pasang airnya sampai masuk ke dalam pulau menyebabkan kubangan sisa air laut ketika pasang.

Semakin di telusuri sampai di pantai di sisi lain.

Goa batu sempit dan berair tembusnya ke sini.

snorkling sepuasnya seperti lautnya sendiri.

Pantai Tanjung Tinggi
Setelah puas snorkling kami kembali ke dermaga Tanjung Kelayang, mandi, ganti baju, sholat dan melanjutkan perjalanan naik mobil menuju Pantai Tanjung Tinggi dimana pantai ini merupakan tempat syuting film laskar pelangi.
Lokasi pantai ini tepat di depan Hotel Novotel.
Pantai ini masuk dalam Geositte Nasional karena keunikan dari batu-batuan besar yang unik-unik.
Menikmati sore hari di salah satu batu besar di Pantai Tanjung Tinggi sambil melihat pulau - pulau unik di Pulau Belitung.

Pulang dari Pantai Tanjung Tinggi kami mampir di warkop jadul di Belitung, Kopi Kong Djie Coffee warkop ini berdiri sejak 1943.
Warung Kopi Kong Djie ini tidak hanya menjual kopi saja, kebetulan kami sekeluarga tidak suka kopi jadilah kami pesan susu. Warung kopi ini lokasinya di Kota Belitung dekat dengan penginapan kami, yang membuat unik dari warkop ini adalah cita rasa kopi tidak berubah, rumah yang di gunakan masih asli, dapurnya masih asli seperti jaman dulu menggunakan arang sebagai bahan bakar, ruangan yang disekat dengan dinding kayu triplek yang lapuk dan meja-meja tua. 


HARI III                                                           Kota Belitung kecil sehingga kami menuju Hotel atau mencari makan berkali-kali melewati bundaran pusat kota dimana ada Tugu Satam Square, Belitung titik 0 KM, Jam Gede bangunan lama tempat kantor PT Timah.
Pusat kota Belitung, taklupa foto di Satam Square tugu dengan simbol Batu hitam.
Jangan lupa mampir ke Museum rumah adat dan sekalian sewa baju adat buat berfoto buat kenangan.
Di hari ketiga pagi-pagi saya jalan pagi sendiri niat hati ingin mencari ATM mandiri, sudah jalan kaki jauh kok tidak kunjung kelihatan,  akhirnya naik ojek. Tepatnya bukan berprofesi ojek sungguhan ya tapi asal menyetop bapak-bapak naik motor minta diantar ke ATM mandiri lokasinya di dekat Tugu Satam Square. Alhamdulillah si Bapak mau sekalian saja minta puter-puter melihat Kota Belitung di pagi hari.

Belitung juga mempunyai motif Batik yang khas dimana motifnya mengangkat flora dan fauna yang ada di Pulau Bangka. Ciri khas batiknya berwarna cerah.
Nah teman-temanku selama kami traveling baik di dalam maupun luar negeri saya suka JASTIP alias Jasa Titip produk atau makanan khas di suatu tempat yang kami datangi.

Selama pandemi kami banyak explore wisata dalam negeri dan di saat PPKM berjilid-jilid dimana dilarang bepergian pesanan ramee banget.  Saya bekerja sama dengan UMKM di berbagai daerah terutama daerah dimana saya pernah datangi untuk membantu mereka menawarkan produknya lewat ig story / wa story/ aneka group yang saya ikuti. 
Alhamdulillah responnya bagus banyak teman yang tidak bisa bepergian atau tidak bisa mudik kangen dengan makanan daerahnya pada pesan dan pengiriman langsung dengan JNE.

Seperti curhatan Mas Adit driver kami ketika kami datang bahwa pandemi membuat wisata belitung lumpuh sampai toko oleh oleh sepiii stok sedikit. Ketika awal datang saya langsung kunjungi makanan khas yang bisa di Open Jastip di bawa ke Jakarta atau ke berbagai tempat. Saya fotoin dan tawarkan ke teman-teman, H-1 sebelum pulang saya sudah mulai masukin pesanan ke Toko supaya di siapkan sebelum saya ke bandara.

Salah satu contoh produk hits di Belitung kebetulan tokonya berada di sebelah Hotel Fairfields tempat kami menginap. 

Produk Ketam Adena ini tidak banyak waktu itu, karena pandemi peminatnya sangat menurun. Sehingga saya harus pesan dulu ketika balik ke Jakartapun pesanan saya masih kurang banyak akhirnya di kirim via ekspedisi JNE.

Sampai Jakartapun orderan yang masuk ke saya masih bertambah  jadilah saya order dan minta di kirim pakai ekspedisi JNE sampai sekarang saya masih suka minta dikirimi Ketam Adena.
Biasanya pengiriman langsung ke alamat teman-teman saya yang order, sampai detik inipun masih lanjut orderannya.

Biasanya suami saya kalau explore Indonesia sewa mobil lepas kunci supaya kami bebas,  akan tetapi semenjak pandemi ini suami lebih suka melibatkan orang lain seperti pakai driver, pakai guide itung-itung berbagi rejeki.

Produk-produk makanan khaspun suami sangat mendukung saya share ke sosmed atau wa membantu supaya dagangannya laku.

Ngomong-ngomong tentang JNE yang sudah 31 tahun lewat microsite kompasiana JNE membuat beberapa lomba barangkali teman-teman ingin ikut lomba "JNE Bersama UMKM untuk Indonesia". Kompetisi ini dibuka untuk umum, jurnalis, dan juga karyawan JNE yang terbagi dalam writing competition, photo competition, video competition dan design competition. Kalau saya pemula ikut lomba-lomba seperti ini itung-itung untuk mengasah kamampuan diri.

Hadiahnya ratusan juta lho, syarat dan ketentuannya bisa di baca di Syarat dan Ketentuan
Berkat JNE jastip pempek di Palembang, oleh-oleh Belitung, oleh-oleh Balikpapan, Suvenir Berau, Bakso Sony Lampung, pisang kripik Lampung lancar jaya, Ketan Gurih cirebon, Empal Gentong H Apud, Roti Orion Solo, Abon Varia Solo dkk laris manis Alhamdulillah.

Hobby kami traveling otomatis banyak group dimana anggotanya memang suka traveling ala backpaker jadi kami suka kerjasama kalau ada yang pergi bantuin tawarin Jastip itung-itung daripada bagasi sisa nganggurkan.
Bagi yang punya UMKM, atau mau membantu keluarga dan teman dengan membantu promosikan UMKM yuks ikutan JNE Content Competition 2021 terakhir 31 Januari 2022.

Sekian dulu teman-teman wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Terimakasih membaca pengalaman saya.

Info Sewa Mobil, kapal, drone bisa ke Bapak DEDI 0812 7349 3132 RECOMENDED
Sewa kapal 450rb diluar alat snorkling karena kami bawa sendiri
Mobil driver bbm 500rb/hari
drone 1 jt/ hari komplit edit
Total + 2jtan / orang sdh all in.
Untuk Ittinerary kami tidak ke bekas SD di film laskar pelangi dan museum kata karena anak-anak tidak mau, selain itu anak yang besar belajar besoknya ujian kelas 6.

Taklupa pagi sebelum pulang, pesawat kami sore, kami antigen dulu hasilnya diambil ketika kami akan ke Bandara, karena lokasi antigen berada di Rumah sakit pinggir jalan menuju bandara.
Jangan lupa simpan nomor hp petugas antigen supaya kita bisa tau hasilnya lebih cepat, buat jaga-jaga kalau ternyata positif covid tapi tidak bergejala bisa segera rechedule penerbangan. Bepergian di saat pandemi memang harus siap dengan segala konsekuensinya dan siap dengan Plan A, B dst.
Terima kasih mas Adit semoga tetap bisa survive di saat pandemi seperti ini.

Hasil drone keindahan pulau Belitung bisa lihat di bawah ini