Rumah Syuting Pengabdi Setan Pengalengan Bandung Jawa Barat || Kisah Masa Lampau

Assalamualaikum Warrahmatullahi wabarakatuh

Semoga sehat semua teman-temanku, ketika di Pengalengan hasil googling dan sedikit cerita dari group WA akhirnya kami tertarik ke Rumah Syuting Pengabdi Setan. 

Lokasi ini berbeda rute ya dengan penginapan kami di Villa Apung di Tengah situ Cileunca


Entah katroknya kami, plus memang tidak hobby nonton film juga sehingga kami tidak mengikuti film-film viral.
Gara-gara mau kesini saya mencari tahu dan melihat 2 filmnya dimana yang satu film jadul era 80an satunya remake di September 2017.
Ini rumah tempat syuting pengabdi setan berada di area PTPN VIII, belakang rumah ini perkebunan teh dan satu lokasi dengan Pabrik Teh Kertamanah.

Rumah Pengabdi Setan ini beralamat di kawasan perkebunan Kertamanah PTPN VIII Desa Margamukti Pengalengan Bandung.
Tiket masuknya sebesar Rp. 10.000
 Parkir Rp. 5.000 buka selama 24 jam.

Memasuki halaman Rumah Pengabdi Setan saya kira rumahnya di bagian paling depan ternyata paling belakang, karena di depan ada 2 rumah kuno ternyata masih di huni oleh manager PTPN VIII, maklum ini merupakan satu area perkebunan teh Kertamanah PTPN VIII yang masih beroperasi.
Saya kira rumah ini lokasi di pinggir jalan, ternyata ini rumah dinas PTPN VIII, kami memasuki halaman rumah ini menuju area parkir di belakang.

Setelah memarkir mobil kami menuju loket pembelian tiket, lanjut masuk ke area dimana banyak spot foto yang Instagramable di bawah pohon-pohon tua yang rindang. Konon pepohonan ini kalau ada yang menebang akan mengalami gangguan. 
Di dalam film ada area pemakaman di depan rumah nah kami melewati area pemakaman yang bukan sebenarnya, hanya properti saja.

Sesampainya di rumah syuting pengabdi setan, bangunan rumahnya memang sudah tua ya. Konon sutradara film Joko Anwar menemukan rumah ini tidak sengaja, rumah lawas yang tidak terpakai, banyak yang sudah rusak akan tetapi secara denah rumah cocok dengan penggambaran film jaman dulu.

Untuk keperluan syuting rumahnya di perbaiki seperti atap bocor, lantai yang rusak dan dinding rumah di pasang wallpaper. Konon di daerah sini suka muncul hantu merah, dulu jaman belanda ada pekerja pemetik teh yang suka menggunakan baju merah meninggal di bunuh.
Denah rumah pemuja setan terdiri dari 2 lantai, lantai bawah teras dengan pintu separo kaca khas jaman dulu, ruang tamu, ruang makan, dapur terdapat pintu ke arah belakang dimana ada sumur tua dan lorong terdapat 2 kamar mandi + WC hawa menyeramkan sih di sini ya karena pengap gelap.
sumur
lorong menuju wc yg tidak terpakai
Ruang tamu yg jadi spot foto favourite.

Belakang ruang tamu ada ruang tidur kalau di dalam filmnya, kalau sekarang ruang tersebut dipakai buat pajangan foto-foto jaman belanda spt Situ Cileunca Jaman dulu, Perkebunan Teh, pejabat pabrik teh, ruangan tersebut di kelilingi jendela kaca. Depan ruang tersebut ada tangga ke lantai 2.
Di dekat tangga ada pintu menuju lorong kamar lain dan toilet. 

Sekarang dijadikan ruang sholat. Di film ini jadi kamar tidur.
Bisa juga lewat pintu sebelah suami saya duduk, ini dulu ruang makan plus nonton tv.

Kalau kisah Pemuja Setan sendiri adalah film hits jaman tahun 80-an di remake ulang di 2017 berkisah tentang keluarga dengan Ibu bernama  Mawarni , suami.mawarni  dan 4 anak bernama (Rini/perempuan satu-satunya, Tony sekolah SMA, Bondy usia sekitar 10th dan Ian yang tuna rungu usia hampir 7 th). Ibunya dulu adalah artis penyanyi terkenal tapi sudah 3 tahun menderita penyakit aneh, lumpuh hanya bisa di tempat tidur ketika membutuhkan sesuatu memanggil anggota keluarga dengan lonceng. Keluarga Rini ini sedang mengalami kesulitan keuangan karena ayahnya tidak bekerja, ibunya selama sakit membutuhkan biaya banyak sampai rumah mereka dijual dan pindah ke rumah neneknya, royalti ibunya dari menyanyi sudah tidak ada lagi.

Ceritanya si Ibu yang artis ini dulu menikah dengan suaminya di tentang oleh mertuanya, akan tetapi ngeyel. Mertuanya meneror tidak bisa mempunyai keturunan, akhirnya Istri anaknya ini diam-diam ikut Sekte Kesuburan Pemuja Setan supaya memiliki anak. Ibu mertua Mawarni juga sakit-sakitan menderita Asma dan menggunakan kursi roda. Ibu mertua ini feeling ada yang tidak beres dengan menantunya sejak sakit aneh selama 3 tahun. 

Segala upaya untuk kesembuhan Mawarni sudah dilakukan sampai pada suatu malam Mawarni bisa berdiri sendiri tapi pada akhirnya terjatuh dan meninggal dunia.

Di pemakaman keluarga di sebrang rumah ketika menguburkan jenasah sang Ibu, Rini anak tertua di kenalkan dengan Ustadz dan anaknya Hendra.

Setelah kematian istrinya, Ayah Rini mencoba mencari pekerjaan di Kota dengan meninggalkan anak-anak dan ibunya. Kejadian aneh sering terjadi, teror hantu yang menyerupai Rini sering muncul di malam hari. Sampai suatu hari Bondi menemukan Neneknya meninggal kecebur di sumur di saat Toni dan Rini keluar rumah.

Setelah pemakaman sang nenek, Rini menemukan surat dari neneknya untuk di berikan kepada sahabatnya Budiman di Kota. Akhirnya Rini diantar Hendra kerumah susun Budiman, setelah membaca surat dari alm nenek Rini, Budiman memberikan buku untuk dipalajari oleh Rini dan pesan Budiman supaya saling jaga dan rukun selalu antar anggota keluarga. Budiman juga mengatakan kalau Ibunya Mawarni dulu mengikat janji dengan setan supaya bisa memiliki keturunan.

Teror masih terus berlanjut sampai Bondi kerasukan setan dimana Bondi ingin menyerang adiknya Ian. Akhirnya Rini meminta bantuan Ustadz.

Budiman tiba-tiba menelpon Hendra anak ustadz menyuruh datang, akan tetapi Rini tidak bisa datang akhirnya Hendra sendiri datang ke rumah Budiman, namun naas sepulang dari rumah Budiman, Hendra kecelakaan dan meninggal dunia.

Teror terus berlanjut hingga ayah Rini pulang dan berencana mengajak anak-anak pindah, namun mobil yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang hingga sekelompok mayat hidup menyerang rumah mereka tepat tengah malam diusia Ian yang menginjak 7 tahun. Pak ustadz-pun meninggal di serang mayat hidup, Ian di tarik oleh mayat Ibunya konon Ian sebagai tumbal.

Tiba-tiba Budiman datang membantu dengan mengajak mereka segera lari ke mobil, Budiman mengatakan kalau Ian bukan adik mereka.

Rini beserta adik dan ayahnya hidup normal kembali, ayahnya sudah bekerja, mereka tinggal di kontrakan. Kisahnya masih berlanjut di Pengabdi Setan 2 yang konon akan tayang tahun 2022 ini.

"Hikmah dari kisah ini memintalah segala sesuatu pada Allah jangan pada makhluk lain yang pasti meminta imbalan atau ada perjanjiannya"

Ini lantai 2 belakang anak saya perempuan adalah kamar Ibu Mawarni, sebrang anak perempuan kamar Tony anak nomor 2. Konon belakang suami saya ada kamar tapi di tutup triplek dan wallpaper karena kamarnya memiliki aura tidak baik sehingga sejak syuting sudah tidak dipakai.

Setelah berkunjung ke rumah syuting pengabdi setan kami keliling di seputar rumah dimana masih ada Pabrik Teh Kertamanah yang masih berproduksi.

Bangunan pabrik teh masih kuno banget, saya dan suami heran pabrik masih berproduksi kenapa bangunan-bangunannya tidak di rawat. Dibiarkan terbengkalai apa adanya sehingga membuat auranya mistis.
Kantor PTPN tidak jauh dari rumah syuting pengabdi setan.
Perkebunan teh dibelakang kantor
Alat pengangkut dari buruh pemetik daun teh, meletakkan daun teh ke dalam ember biru, menuju mesin pelayuan di dalam pabrik.
Proses daun teh setelah petik di masukkan di lubang mesin proses pelayuan, nanti akan muncul di pabrik bagian bawah. Kebetulan ini kami bisa melihat dari luar daun teh masuk ke lubang.

Bagian belakang pabrik.

Untuk kisah di film Pengabdi Setan saya kurang yakin Nyata atau Tidak. 

Kisah nyatanya adalah 
1. Hantu merah perempuan, konon ada buruh teh yang suka menggunakan baju merah di bunuh (dari cerita penduduk sekitar banyak yang sering melihatnya)

2. Area sumur di Rumah Pengabdi Setan krn gelap kotor lembab rasanya horor

3. Lorong di depan sumur dimana ada kamar mandi gelap dan tidak terpakai, auranya horor

4. Ruangan lain auranya biasa karena banyak manusia yang berkunjung dan di pakai sholat juga salah satu ruangannya

5. Kejadian di film sempat terekam suara aneh itu kata sutradara harusnya tidak ada tapi terekam (Sumber dari Youtube sutradara film)

6. Pintu yang memuai sudah di gergaji beberapa kali tetap saja ukurannya kegedean sehingga tidak pas buat nutup. (Sumber dr youtube sutradara film)

7. Areanya banyak pohon tinggi dan rumah rumah lawas jadi wajar sih agak horor.

So yang mau uji nyali kesini silakan buka 24 jam kok.

Nah di pengalengan  lagi viral kebun teh Malabar nan cakep nah kami tidak kesana pasti ramee antri banget kan. Cukup di depan komplek PTPN saja area kebun teh buat foto cakep juga kok, GRATIS tanpa Antri.
Selain rumah pengabdi setan bisa dikunjungi juga Rumah + Makam Bosscha, Makam Jongkindt Connict warga belanda yang menguasai Perkebunan Teh di sini.

Sekian dulu wassalamualaikum Warrahamatullahi Wabarakatuh.

Tertarik membaca promo Hotel di bulan Februari 2022

Traveling adventure perdana buat anak2 bisa coba Trekking sentul











Posting Komentar

43 Komentar

  1. huwaaa aku bacanya cepet hahahaha
    ternyata rame juga pengunjungnya ya mbak
    kadang kalau ada kisah kayak gini, aku juga bingung, beneran nyata atau enggak yang difilmkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ramee mbaku itulah kenapa aq ga foto di kamar ibu dan tony krn antrii pd foto

      Hapus
  2. PTPN banyak yang masih beroperasi tapi sejaya dulu lagi, jadi jumlah karyawan berkurang, sementara rumah dinas itu termasuk aset yang dikategorikan cagar budaya, setahuku sih gitu. Jadi bisanya direstorasi, bukan dihancurkan. Biaya perawatan atau restorasi tinggi, jadi enggak terpenuhi...(Ini kalau di kotaku, ada PTPN - pabrik gula)
    Aku enggak nonton filmnya, jadi tahu ceritanya dari artikel ini. Kalau dilihat dari fotonya memang horor ya hahah..Keren tuh sutradaranya bisa nemu lokasi dan bisa mengubah ke bentuk visual yang melayangkan imajinasi penonton filmnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyesss bener ya mb paling ga di rapiin ya rumahnya soalnya banyak dinding dah bolong2 atap bocor

      Hapus
    2. Sutradaranya Jok-an gitu lho... :)

      Hapus
  3. Aku udah nonton nih filmnya. Wah seru ya sampai menyambangi rumah syuting pengabdi setan. Memang di kawasan perkebunan ya ternyata.
    Aura menyeramkan karen kosong &gelap memang biasanya gitu ya. Hebat nih berani ke sana mbak

    BalasHapus
  4. sama pun, mba ... aku enggak mengikuti film viral apalagi yang genre horror begini. Langsung skip ... hahaha
    eh tapi wallpapernya bagus, lho, cantik vintage gitu

    bagus lah di rumah antik itu ada ruangan untuk sholat supaya aura horornya menipis. *apeulah menipisss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa memang dibikin vintage yaa tp rumahnya beneran jadul sih

      Hapus
  5. Duh kok sereeeeem, kalo aku kayaknya gak mau masuk karena aslinya aku cemen banget takut gak bisa tidur pulangnya karena kepikiran hahahaha

    Eh, malah jadi tempat wisata yah, mana keren pulak sih

    BalasHapus
  6. Mbaaaa aku udah nonton filmnya dan seraaam hahaha. Liat foto - foto rumahnya jug akok jadi seram juga ya. Tapi memang lokasi syuting akan selalu jadi daya tarik ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa nuansa serem tercipta krn memang rumah jadul lokasinya jg banyak pepohonan tua

      Hapus
  7. Yeniiii! Berani sekaleee!

    Aku mah nyerah kalo disuruh ke sini! Itu yang foto ada putih putihnya itu apaan? Sengaja kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seruu mbak tanti, putih2 itu sengaja biar ada kesan horor.

      Hapus
  8. Bangunan PTPN rerata bukannya kayak gitu mbak, hidup segan mati enggan. Jadi auranya ya horor gitu. Btw mbak Yeni nonton pengabdi setan yang mana aja nih? Di dua film itu setannya pada canggih2 lho, di pengadi setan versi asli, orangnya diganggu pas lagi sholat. di pengabdi setan versi joko malah setannya bunuh pak ustadz. Serem.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naah iyaa mnrtku ga masuk akalnya itu ya, setan bisa bunuh manusia terang2an pula

      Hapus
  9. Aduh serem amatan, aku tipe yang takut mendatangi tempat seperti itu karena emang anaknya penakut. Lihat aura bangunannya bikin pengen tutup mata, masih serem itu ya.

    BalasHapus
  10. Keren banget bisa sampai ke rumah tempat syuting film pengabdi setan mbak, filmnya lumayan horor ya dan aku tuh penasaran sama endingnya yang ngegantung itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul ngegantung nah jd penasaran ditunggu part 2 nya

      Hapus
  11. Saya pun belum pernah nonton film Pengabdi Setan mbak, membaca sekilas ceritanya di sini, ngeri juga ya jalan ceritanya.

    Bangunannya walau sudah tua, tapi nampak bagus ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa krn di perbaiki yg bocor2 kan buat wisata skrg mbakuh

      Hapus
  12. Sumpah mba aku baca ini sambil lihat fotonya doang aura nya udah horor. Di foto ke berapa itu ada kayak penampakan kunti berambut panjang kah mbak? Huaa itu patung atau apa? =(. Serem euy. Asyiknya ada kebun teh nya bisa bersejuk2 ria

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu buatan mbakuu biar ada horornya pdhl ya horor beneran hehehe

      Hapus
  13. Aku uda nonton filmnya doonk..kemarin bareng adikku.
    Dia addicted film horor. Mumpung ada adik, jadi aku ajakin nonton film horor lainnya juga.
    Hahhaa...emang Penagbdi Setan ini dark banget ((laa...namanya juga film horor yaak?!?))

    Dan rumahnya dengan segala atributnya sungguh mendukung untuk ditinggali oleh para "penunggu".

    BalasHapus
  14. Seru juga ya lokasi syuting begini jadi tujuan wisata kayak Pulau Belitung yang hits karena Laskar Pelangi, bisa jadi pemasukan daerah dan warga sekitar lokasi, asli rumahnya sudah tua eh ada foto Ibunya gede banget hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betull banget rame pengunjung lho sampai yg jualan jg banyak

      Hapus
  15. ini kayaknya arsiteknya apa mungkin hanya kebetulan sama yah, desain rumah dan pabriknya miriplah dengan yang ada di Bengkulu, tepatnya di kebun teh Kabawetan.

    BalasHapus
  16. Wah ternyata rumahnya jadi obyek wisata ya sekarang?
    Aku belum pernah nonton nih filmnya tapi suka liat penggalan2nya di YT
    Seru ya bisa dipakai buat pepotoan gak jadi serem2an lagi hehe
    Ooo jd bangunan pabrik msh beroperasi tapi bangunan lain gak ya mbak? Mungkin dijadiin aset kali ya hehe

    BalasHapus
  17. Aku udah nonton Pengabdi Setan. Dan emang serem plus seru. Tapi aku baru tahu kalau rumahnya ini bisa dikunjungi. Jadi penasaran juga untuk mencoba datang kesana

    BalasHapus
  18. Aaah biar kata dikasih gratis, saya tetap ga mau diajak kesana, Mbaa.. Ini baca tulisan Mba aja dah serem apalagi dateng. Untungnya pas baca ini gambarnya lama loadingnya. Jadi ga keliatan tuh gbr apa aja.. Xixixii baca tulisan doang.

    BalasHapus
  19. Aku belum nonton dan memang gak ada niat nonton film Pengabdi Setan. Gak suka aja sama genre horor

    Btw, ternyata rumahnya gak kelihatan seram. Tua mungkin iya. Eh malah jadi tempat wisata sekarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mb memajukan ekonomi warga sekitar

      Hapus
  20. duuuh serem aku enggak berani nonton film-nya tapi kalau berkunjung ke sini mesti ajak suami deh kalau takut bisa dipegang huhu... film yang heboh tapi cuma spoiler aja yang aku cek gak berani nonton

    BalasHapus
  21. Kebetulan aku belum nonton filmnya, jadi nggak akan kebayang macem-macem tentang adegan filmnya. Cuma kalau ditanya bakal merinding atau enggak? Kayaknya tetep bakal merinding deh. Baru lihat fotonya aja udah kelihatan ada bau-bau serem, hehe. Ditambah penjelasan dari Mbak Yeni yang detil begini, dijamin tambah merinding, Mbak.

    BalasHapus
  22. Salah satu film yang aku gak berani nonton sampai sekarang hahaha... Jadi kalo ke tempat ini aku maunya jalan-jalan ke kebun tehnya aja sih... Kalo ke rumah si pengabdi setan auto skip..

    BalasHapus
  23. filmnya memang serem, saya cuma nonton sekilas dan nggak saya teruskan. Takut nggak bisa tidur dan kebawa mimpi..he3..tapi pesannya bener banget tuh, jangan mencari jalan pintas masalah harta

    BalasHapus
  24. aku ga nonton maaaak emang rada ga berani modelan serem2 gitu filmnya
    jadi kalau ke tempat2 penuh drama ada hantunya gitu pasti keder duuuannnnn wkwkkw

    BalasHapus
  25. Huaaaa syeremm yaaa, untung bacanya masih sorean, jadi ga begitu horor, hahahaha. Kalau ke situ pasti keder duluan deh...

    BalasHapus