Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh. 
Di perjalanan kami ke Jepang yang ketiga kali dg total all in famtrip mandiri 8.6 jutaan, kami berkunjung ke salah satu tempat dengan Onsen terbaik yaitu di Gero perfektur Gifu.
Belakang kami di sebut Gassho No Sato 
Dimana rumah ini menggunakan atap jerami gasshozukuri atap pelana, bagian depannya 21 meter, kedalamannya 12,3 meter dan tinggi 13 meter. Salah satu rumah  terbesar di sini.

Di Gero ini kita bisa menikmati kolam air panas alami di sungai, di taman dan di penginapan.

Ini Onsen yang ada di pinggir sungai 


Ini Onsen umum yang berada di taman 

Di Gero ini terdapat rumah kuno yang di lestarikan seperti di Shirakawa Go bernama Gassho Village.

Gasho Village merupakan miniatur desa jaman dahulu yang dijaga dan dilestarikan. Suasana alam disini masih terjaga seperti jaman dulu, hutan, sungai, gunung masih sama seperti puluhan tahun lalu. Peralatan-peralatannyapun masih lengkap seperti peralatan pertanian, furniture, peralatan dapur dan cara masyarakat dahulu memenuhi kebutuhan hidupnya.

Gasho village adalah museum yang menghadirkan kehidupan masa lalu,  menciptakan sebuah desa dengan memindahkan 10 rumah pribadi berbentuk Gassho Zukuri dari Shirakawa go ke Gero beserta properti yang mengandung unsur budaya di dalamnya. Dipindahkan karena pada saat itu terjadi gempa di Shirakawa go.

Rumah yang di pindahkan adalah "Rumah Oto Tua" bekas keluarga Iwasaki dan Keluarga Toyama. Selain itu teman-teman juga bisa melakukan beberapa hal di sini antara lain melukis di atas kertas jepang, menikmati tembikar, sajian teh karena ada rumah yang dijadikan restorant. 

Desa Gasho ini menggambarkan hati rakyat sederhana masih hidup, suasana tenang hangat damai tercipta disini, bukan hanya di Desa ini saja akan tetapi di Gero tepatnya dimana Desa ini berada. 

Berkunjung kesini disetiap musim baguss ada daun maple, bunga sakura, dan saljupun ada di sini.
Bulan Juli tapi kami sudah melihat daun musim gugur yang sudah berubah warna.

Rumah tradisonal yang bergaya Gassho Zukuri ini memiliki bentuk yang unik. Keunikannya rumah ini beratap ilalang tebal yang berfungsi untuk menahan curahan salju ketika musim salju. Selain beratap dari ilalang rumah ini memiliki bentuk atap yang menyerupai segitiga dan berbentuk seperti dua telapak tangan kita yang saling berpadu dan berdoa layaknya umat kristiani berdoa di sebut Gassho

"Gassho artinya berdoa bersama-sama dengab tangan menyatu saling bertautan didepan dada"

Lokasi Gassho Village ini dikelilingi perbukitan hijau berpadu dengan bangunan Gassho Zukuri yang di dominasi warna kayu coklat. Terdapat beberapa tipe Gassho Zukuri, ada yang tidak bertingkat, ada yang tingkat satu, ada yang dua dan tingkat tiga akan tetapi bentuk atapnya sama segitiga.
Disetiap rumah terdapat beberapa bagian, seperti bagian dapur, ruangan untuk istri/house wife, ruangan untuk para suami berkumpul bercerita sambil menghadap tungku perapian tradisional Jepang, contoh merebus air dimana kayu bakar dibawah kemudian ceret untuk merebus air di cantolkan di tiang plafon rumah (lihat digambar ya)
Beliau ini semacam guide yang berkisah tentang sejarah masa lalu tapi bahasanya Jepang hiks hiks. ini berada di salah satu rumah yang terbesar bernama Gashsho No Sato.

Ini peta Gassho Village
Dari penginapan kami cek out niat hati menunggu bus menuju ke Gasho Village, sambil menunggu suami kirim koper lewat post ke Apartemen Osaka tmp nanti hari terakhir kami menginap . Lamaa banget tak kunjung tiba busnya akhirnya kami jalan kaki saja meskipun jalannya nanjak tapi udaranya segar sekali karena disini pegunungan.
Menunggu bus di depan mini market sambil jajan
Sungai Jernih yang berada di depan kami menunggu bus

Kami jalan kaki menuju Gasho Village

Akhirnya sampai ini adalah area parkirnya, sebelah parkiran terdapat gerbang masuk sedikit menanjak.
Sampailah di rumah kuno di bagian depan, rumah ini di jadikan tempat informasi dan penjualan tiket masuk.
Rumah yang di pergunakan untuk informasi dan pembelian tiket bernama "Shirasagi-Za"

Tiket masuk dewasa 800 yen anak 400 yen.
Begitu masuk sebelah kanan ada rumah untuk pertunjukan. Dimana ada alat musik kuno dan panggung di dalamnya.

FROG-SHRINE

Perairan jaman dulu
Belakang kami rumah bernama "Gasho Chaya"
Terdapat prosotan di bagian atas, jadi ketika kita berkeliling nanti ada sebuah lorong yang tembus di dataran lebih tinggi.
Rumah tempat menyimpan peralatan pertanian
View dari lantai 2 Gassho No Sato rumah terbesar disini.

Sejak tahun 1995 bersamaan dengan Shirakawa-go tempat ini di nobatkan sebagai warisan dunia UNESCO. Gassho Village ini terdapat 10 rumah kuno seperti Shirakawa go. 

So tempat ini recomended untuk di kunjungi, sepi tenang, kalau ke Shirakawa Go mesti naik bus lagi dengan jarak cukup jauh, kalau ke Gassho Village ini bisa jalan kaki dari stasiun.

Gassho Village ini terdapat antara lain :
1. Saijiki No Mori merupakan hutan musiman dengan tumbuhan yang bermekaran sesuai dengan cuaca, seperti daun maple, bunga sakura dkk
2. Kuil Hida Takahashi = kuil langka yang menggambarkan 3 dewa kuliner
3. frog shrine = kuil katak
4. Enku Museum = Museum budha
5. Gassho no Ashiyu = tempat berendam air panas alami, bisa rendam kaki disini sambil istirahat
6. Kuil Eru
7. Gassho Chaya 
8. Gassho No Sato = rumah bekas keluarga Oto
9. Museum rakyat = rumah bekas keluarga iwasaki
10. Gassho Shirasagi-za
11. Musseum bambu takehara bunka
12. Hida Atelier = Rumah ini di jadikan untuk melukis buat pengunjung dan menjual suvenir.
Lokasi : Gero Onsen Gassho Village, 2369 Mori Gero, Gifu.
Dari stasiun Gero bisa jalan kaki lumayan dengan jalan nanjak, bisa juga naik bus nohi menuju Gassho Village sekitar 7 menit.
*Kami menggunakan JR Matsumoto menuju ke Gero sekalian menginap disini*

Nb : Pengalaman berkesan di Gero ini, entah karena budayanya yaa di Onsen pinggir sungai terbukaa, orang berendam ya woles aja tanpa baju sehelaipun.
Onsen ada yg tertutup ada yg terbuka ya, kami menggunakan onsen hotel dimana cewek cowok di.pisah dan tetep berendam tidak boleh pakai baju, bertato tidak boleh berendam.

Baca juga destinasi unik di Jepang Narai Juku klik disini ya..

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabakaratuh