Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh ketemu lagi dengan ulasan Gusti Yeni Famtrip, ternyata 3 minggu ngendon dirumah gatel jalan 😭😭.

Padahal seminggu lalu piknik tipis-tipis di Granadaland trekking, main di sungai dan cek kambing di peternakan.

Weekend akhir bulan Januari 2022 ini karena ada tanggal merah Imlek dan anak-anak ternyata daring lagi, kami cuss mendadak kali ini destinasi pertama kami ke KAWAH DOMAS.
Tau ga sih berkali-kali ke Tangkuban perahu sejak kecil tiap ikut piknik ke Bandung mesti ke gunung prahu kebalik, ga sengaja lihat youtube ternyata ada kawah domas yang belerangnya tidak berbahaya trs air belerang bisa buat merebus telur lho.

Sebetulnya di Gunung Tangkuban Perahu ini ada 12 kawah akan tetapi hanya Kawah Domas ini yang boleh di kunjungi karena belerangnya tidak beracun.

Kami berangkat sabtu pagi dari pintu masuk toll pulogebang jakarta timur ternyata ramee padet, sempat macet di titik-titik rest area. Cek google awalnya kami mau lewat subang, suami merubah haluan lewat wanayasa pemandangannya kereeen 👌.

Sesampainya di gerbang tangkuban perahu bayar tiket HARI LIBUR
tiket masuknya 30 rb/orang, 
parkir mobil 5rb
Karcis masuk kendaraan roda 4 -35rb
Tujuan utama kami langsung Kawah Domas bukan Kawah Ratu yang biasa wisatawan kunjungi. Kawah Domas lokasinya sebelum Kawah Ratu sekitar 900 meter dari Gerbang Pintu Utama Tangkuban Perahu.

Kami parkir di kiri jalan, sebelah kanan jalan ada tulisan Gerbang Kawah Domas dimana ada tiket untuk membayar guide, WAJIB PAKE GUIDE DISINI. Biaya guide 100rb kami berempat di temani satu guide dan satu bapak penjual suvenir. Konon katanya penjual suvenir ikut menemani pengunjung sambil menawarkan suvenir gelang tasbih dari batu andesit. Di sini guide, penjual suvenir, petugas pijat lulur lumpur kawah sudah diatur jadwalnya oleh pengelola sehingga tidak berebut.
Dari gerbang tiket Kawah Domas menuju ke Kawah Domas memasuki Hutan Lindung dengan jarak 1,2 km, jalanan masih tanah landai sekitar 900 meter nanti mendekati Kawah jalanannya tangga menurun sekitar 300 meter.
Pos security dan loket resmi pembayaran guide perkelompok.
Kami mulai memasuki hutan lindung dimana disini itu kalau berangkat pagi masih ketemu dengan luthung alias monyet hitam.

Kawah domas jam 3 sore sudah tutup karena menjelang maghrib dan malam hari ada Macan Dahan kenapa di sebut macan dahan karena suka nangkring di dahan, melompat di dahan, kalau musim hujan di hutan lindung ini ada cacing sebesar ular suka muncul, ada Elang Jawa juga disini. 

Banyak keunikan di hutan lindung ini selain satwanya, ada aneka flora unik seperti Pohon Jamuju  ini sudah berusia 300 tahun dimana pohon ini tidak tumbang ketika gunung pertama kali meletus tahun 1829 padahal di bawahnya aliran lahar.
Kalau ini adalah batang pohon dimana kulitnya di buka menghasilkan motif batik, setiap pohon menghasilkan motif batik yang berbeda, konon batang kayu ini bisa mengusir nyamuk.
Ini adalah buah rambutan hutan, kulit luarbya berduri tajam, yang dimakan bijinya tapi direbus terlebih dahulu supaya empuk seperti biji nangka.
Pakis yang bisa dibuat sayur.
Ini pohon yang terkena lahar panas ketika gunung meletus.
Kalau sudah sampai di jembatan ini sebentar lagi sampai akan tetapi jalannya mulai menurun yaa sekitar 300 meterlah.
Kawah domas dimana kolam-kolam itu diperuntukkan buat pengunjung berendam kaki, setiap kolam mempunyai suhu beragam mulai yang hangat 30 drajat, 40 drajat, 50 drajat sampai 100 drajat.

Perjalanan sekitar 20 menit kami sampai di Kawah Domas, ada satu warung yang menjual telur mentah, cemilan, minuman.

Kami langsung membeli 5 telur mentah diletakkan di keranjang kecil bergagang kayu kemudian di letakkan di air belerang yang paling panas lokasinya di dekat Tulisan kawah Domas.
Tunggu 10 menit telur matang.
Sambil menunggu telur kami rendam kaki, oiya teman-teman jangan kaget ya kalau banyak yang menawari pijit kaki tangan dengan lumpur belerang harga 100rb. 

Sebetulnya kami tidak memerlukan tapi salah satu ibu memaksa dan bilang bayat suka rela tidak mengapa, okelah ya akhirnya saya iseng cobain pijit lulur kaki dengan lumpur belerang.
Yummy telur langsung ludes di santap.
5 telur yang sudah matang langsung ludess anak-anak suka karena rasanya gurih seperti telur omega 3. Anak-anak minta nambah beli telur lagi 4 dan minta setengah matang, kami mencoba meletakkan telur di uap panas yang mencapai 60-70,  memang agak lama matangnya tapi penasaran, telur setengah matangpun akhirnya jadi juga dan dibawa pulang.

Wajib mencobanya ya teman2 wisata alam yang unik ini di Tangkuban perahu.
- Harga telur 5rb/butir mau hemat bawa telur sendiri gapapa
- Guide 100rb (Jumlah peserta 1 - 6 orang)
- Lulur pijat kaki tangan 100rb kalau mau nego juga gapapa.
- Gelang andesit 50rb

Setelah dari Kawah Domas ini kami melanjutkan perjalanan di area Cibodas
Berikutnya lanjut kesiniii
Villa Apung Pengalengan 👍 pemandangannya bak swiss

Nantikan kisah kami berikutnya yaa 
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.