Hai sobatkuu semuaaa....
Kali ini kami akan mengulas destinasi pertama kami ketika landing di Pulau Dewata Bali tepatnya tanggal 20 Agustus 2022 pukul 08.45 WITA. Salah satu tips kami kalau bepergian di dalam negeri, terbang pagi pukul 06.00 WIB sesampainya di kota tujuan bisa langsung explore sehingga tidak membuang waktu, tiket pulang ambil penerbangan terakhir.

Setelah sebulan kami tidak melakukan traveling terakhir di bulan Juli 2022 Explore Lombok .dan wisata sejarah ke Pura Mangkunegaran Surakarta . Anak-anak sudah mulai full sekolah offline. Ternyata kangennn kaki gatel pengen destinasi anti mainstream, pilihan pertama kami adalah Goa Giri Campuhan dimana ini adalah destinasi wisata baru otomatis belum ramai di kunjungi.

Goa Giri Campuhan ini perpaduan antara Goa dan 3 air terjun yang berdekatan. Sekali berkunjung mendapat banyak pengalaman antara lain :

1. Pengalaman memasuki goa berbentuk kerucut selebar sekitar 80 cm, satu-satunya akses menuju air terjun harus melewati goa ini.

2. Pengalaman trekking di pematang sawah sambil melihat pemandangan alam yang indah, ada Gunung Agung yang kelihatan menawan.

3. Bermain di 3 air terjun yang berdekatan

4. Pastinya menyehatkan badan dan merontokkan lemak lemak karena berjalan melewati pematang sawah, naik turun tangga dan tebing.

         Goa Giri Campuhan (GGC) Waterfall
                   Jl. Uluwatu, Tohpati, 
                       Kec. Tembuku
                          Kab. Bangli
                               Bali

Satu setengah jam perjalanan dari Bandara Ngurah Rai menuju GGC (Goa Giri Campuhan).  Sempat kesasar karena mengikuti map akhirnya bertemu masyarakat Bali dan menyarankan kami untuk balik ke jalan uluwatu, mobil parkir di KUD, ternyata di KUD jl. Uluwatu sudah ada splang tulisan GGC Waterfall tapi kami gak kelihatan.

Trekking kami dimulai dari KUD ini menuju ke belakang KUD melewati area penjemuran gabah, kebun warga hingga area pematang sawah di mana terpampang splang GGC.
Dibelakang splang GGC terdapat persimpangan jalan, nah Ranggi anak kami yang kecil ambil lurus eeeh lama-lama kok tidak ada jalur lagi. Saya di paling belakang melihat sisi kanan ada 2 wisatawan asing berjalan dari arah bawah, fiks kami salah jalur akhirnya menuju ke jalur kanan tetap lewat pematang sawah keblusuk blusuk kaki saya tapii seruuu explore alam nan indah.
Jadi dari splang GGC mestinya ambil jalur kekanan mengikuti jalanan yang lebih lebar dan tanahnya padat baru belok kekiri turun terus ke bawah, setelah area sawah habis akan tergantikan dengan anak tangga menurun sekitar 500 meter bertemu dengan mulut goa berbentuk kerucut, yang memiliki kedalaman sekitar 50 meter.
           Anak tangga menuju air terjun
      Mulut goa dari air terjun kembali ke atas

Di dalam goa berupa anak tangga lembab gelap berair sehingga harus hati hati takut kepleset, ada lampu kecil kecil di dinding goa tapi lampu mati efek pandemi jadi tempat ini menjadi kurang terawat sehingga kami menggunakan alat penerangan HP.

Begitu keluar dari goa jreng jrengggg pemandangan sebelah kanan ada 3 air terjun, sebelah kiri aliran sungai yang bisa digunakan untuk mandi bermain air.
               Bagian kanan 3 air terjun
                         Bagian kiri
Lokasi aliran sungai dan air terjun turun kebawah hanya ada satu jalur agak riskan karena mesti miring jalannya berpegangan besi yang nempel di dinding batu, pijakan kaki dari batu yang sudah lumutan.
             Jalur turun satu satunya

Melihat air terjun yang seger mana tahan tidak ikut main air ya gaa sihhh???

Meskipun harus rela Dress Code merah putih kami basah, kotor karena lumpur tapii seruuu tidak ada wisatawan lain selain kami jadi serasa milik sendiri.
Gak tahan mendekat ke air terjun sampai rela manjat-manjat
Air terjun GGC ini digunakan masyarakat Hindu di Bali untuk melukat. Melukat menurut wikipedia upacara pembersihan pikiran dan jiwa, secara spiritual dalam diri manusia. Melukat itu pensucian secara rohani untuk menghilangkan pengaruh kotor dalam diri.

Setelah seru-seruan main air kami kembali ke area parkir dalam kondisi basah kuyub, baju ganti kami ada di mobil, lagian di area air terjun tidak ada toilet.

Kembali ke area parkir dengan menaiki anak tangga ngos-ngosan itu pasti, sampai di pematang sawah panas terik yang membuat baju kami jadi setengah kering, malah celana Ranggi kering.

Sobatku ada yang tertarik ke GGC waterfall ini???

Wisata alam Bali indah keren terjaga cuma siapin stamina saja, mau type jalan ala Sultan, atau sedang sedang saja santai tidak banyak aktifitas fisik atau model adventure? Pilihan ada di tangan sobat Gusti Yeni Famtrip semuaa yaa 👌

GGC Waterfall ini satu jalur dekat dengan Tukad Cepung Waterfall dan Air Terjun Tangkup. 
Pastinya Tukad Cepung Waterfall ramee dan konon katanya medan trekkingnya lebih woww...

Setelah dari GGC waterfall kami lanjut mampir ke Desa Panglipuran yang syarat akan nilai budaya yang di junjung tinggi dan berakhir di Penginapan Lake Batur Cottage

Ini adalah rute hari pertama kali kami di Bali, tidak mau rugi mampir destinasi yang satu jalur.

Sewa mobil + BBM + Driver selama 12 jam Rp. 500.000 bisa ke Bp Edi Supriyanto (teman saya SD dan SMP) Wa 0878 6092 5005