Assalamualaikum Warrahmatullahi wabarakatuh, hari yang ditunggu anak-anak Explore ke Pulau Madura yeayyy. Roadtrip kami di hari ke 8.
Madura bukan hanya Bebek Sinjay dan Sate Madura saja yang terkenal ya teman-teman tapi Madura di pulau-pulaunya itu unik. "Banyak yang bilang ke kami soalnya ngapain ke Madura? Lama pula". Tunggu kejutannya betapa unik dan cantiknya madura itu.

Setelah kami cek out dari Penginapan Dusun Semilir Bawen kab Semarang perjalanan 3,5 jam Salatiga Surabaya kami menginap dulu di Surabaya. Kami menginap di Guest House "HOME" kamar dg type family plus sarapan only 300rb.
Recomended bersih kamar luas ada kulkasnya juga. Hanya untuk transit murah2 saja kan.

Keesokan harinya kami langsung ke Madura kami melewati Jalur Utara jadi dari Jembatan Suramadu lurus kurang lebih 10 km kami ke kiri kalau kenan itu Jalur Selatan. Berangkatnya kami ke kiri pulangnya kami lewat jalur selatan.

Sepanjang jalur utara jalanannya aspal bagus dan sepi berbeda jauh dengan jalur selatan ketika kami kembali ke Surabaya ramee banyak pasar tumpah, truk dan bus.

Tak lupa kami mampir terlebih dahulu di Bebek Sinjay Bangkalan km 21, warung ini bangunannya baru dan luas banget. Warung bebek sinjay ini sebelum warung lama lokasi di kiri jalan kalau dari Suramadu.
3 Porsi plus minum es teh dan es kelapa muda only 90rb 👌.

Setelah kenyang kami melanjutkan perjalanan, di Madura selama 3 hari 2 malam, kami menginap semalam di Sumenep dan semalam menginap di Pulau Gili Genting.

Ittinerary kami selama di Madura
Hari I 
Setalah dari Bebek Sinjay kami menuju Kabupaten paling ujung di Madura yaitu Sumenep. Waktu Tempuh Surabaya - Sumenep 4- 5 jam tapi kami sambil mampir ke Air Terjun Toran Sampang.
Masya Allah Air Terjun Toran ini merupakan air terjun dari aliran sungai yang langsung jatuh ke Laut.
Tiket masuk hanya dewasa saja 5rbx2 : 10rb
Parkir mobil 10rb
Air terjun ini dilewati ketika ke sumenep dan lewat jalur utara.

Goa Sukarno
Goa yang baru diresmikan 2019 ini juga tak kalah keren ya teman2 lokasinya juga di lewati, ada cafenya di bawah. Goa luas terdapat lubang pencahayaan di tengah yang menghadirkan cahaya di dalam goa yang bagus. (Sayang kami tidak mampir di goa sini karena kelewatan jauh)

Pantai Slopeng
Pantai Slopeng ini lokasinya sudah mendekati Sumenep. Kami ke Pantai Slopeng sepiii kalau pas ramai ada kuda yang bisa di naiki menyusuri pantai. Di sini juga ada tumpukan pasir seperti di Gumuk Pasir Yogya, tapi warnanya coklat.
Tiket seperti Air Terjun Toran total 20rb saja plus parkir.
Pantai yang ada di pesisir Madura pasirnya coklat berbeda dengan pasir yang ada di Pulau-pulau kecilnya yang berpasir putih bagus.
Akhirnya kami sampai di Sumenep sore hari langsung cek in di Hotel Kaberaz, bagus bersih dan instagramable only  250rb/ malam.

Makan malam di dekat hotel porsi gedhe paket ayam bebek murah total 3 paket plus minum 85rb.

Hari II
Kami cek out pagi siap-siap menyebrang ke Pulau Iyank, sebelum menuju ke Pelabuhan Dungkek sarapan dulu di depan keraton Sumenep sekalian explore Kraton Sumenep.

Taman sare di Kraton Sumenep. Kolam ini ada 3 bagian di mana setiap bagian ada fungsinya konon kolam 1 supaya awet muda kalau di pakai cuci muka, Kolam 2 supaya naik pangkat dan Kolam 3 supaya lebih dekat kepada Allah. Kolam tempat pemandian istri raja ini sekarang diisi ikan besar besar.

Perjalanan kami dari Sumenep menuju Pelabuhan Dungkek sekitar 45 menit. Di Pelabuhan Dungkek kami naik kapal reguler menuju Pulau Gili Iyank seharga 10rb/orang dewasa, anak-anak Free, parkir mobil 10rb. Kapal reguler kalau hari biasa jam 6 pagi sudah ready akan tetapi kalau hari libur jam 7 atau 8 pagi. Kapal terakir dari Pulau Gili Iyank menuju Pelabuhan Dungkek pukul 13.00 alias jam 1 siang.

Perjalanan menuju Pulau Gili Iyank menggunakan kapal sekitar 30 menit. Kapal reguler yang kami tumpangi lumayan besar, bisa menampung 5 motor, tumpukan semen dan sembako para penduduk yang berjualan di Pulau Gili Iyank.
Numpang tidur di kapal mayan recharge energi.

Sesampainya di Pulau Gili Iyank kami sewa motor roda 3 Viar seharga 200rb untuk keliling pulau.
Yang pertama kami datangi adalah Titik Oxigen. 
Titik Oksigen adalah pusat oksigen terbanyak dan terbagus, justru yang menetapkan titik oksigen ini adalah peneliti dari Luar Negeri 7 tahun lalu. Masyarakat Pulau ini malah tidak mengetahuinya.
 Di Pulau Gili Iyank ini harapan hidup masyarakatnya juga tinggi, di buktikan dengan banyaknya penduduk usia tua masih sehat bugar. Contohnya Bapak yang berfoto bersama saya usia sekitar 120 tahun.
Dibawah ini adalah keluarga di mana masih komplit 5 generasi. Ibunya sudah berusia 130 tahun masih bisa melihat,  mendengar dan berbicara. Anaknya sudah tua usia 100 an, yang berkaos hitam adalah generasi ke lima.
Samping suami saya anaknya, sebelah anak saya Ibunya 130 tahun resepnya makan nasi jagung, sayur daun kelor dan ikan.
Kaos hitam generasi kelima.

Di Pulau Gili Iyank ada beberapa goa yang keren banget. Kami mencoba masuk ke salah satu goa, awalnya sih ragu karena 2 tahun tidak ada yang mengunjungi, bagian depannya tertutup burung kalelawar akan tetapi nekat aja sudah jauh jauh sayangkan apalagi di temani kakek tua yang rumahnya dekat dengan goa. 
Meski tidak paham dengan bahasa madura sang kakek yang menjadi guide kami masuk goa, kakek tinggal di dekat goa,  kami nurut aja ngikuti kakek jalan pake senter sampai ke bagiaan dalam sebetulnya masih mau diajak lanjut ke dalam lagi tapi kami rasa cukuplah.

Masuk ke dalam goa bau burung kelelawarnya tidak ada, di dalam udaranya malah sejuk tidak terasa lembab, banyak kami temui batu-batu purba yang terbentuk dari tetesan air di langit langit goa.
Langit2 goa yg di penuhi burung, mulut goanya kecil kami mesti nunduk kalau jalan masuk.
Kami jongkok masuk lewat ada tanpa pagar kayu di bagian dalam.

Staglagmit dan staglaktit di goa ini masih hidup kereen dan banyak kami temui batu purba alias batu yg terbentuk dari tetesan air dari langit goa.

Lanjut ke BATU CANGGAH di Pulau Iyank ini ada batu yang berada di tebing pinggir laut. Fenomena alam yang kereen banget kalau dilihat lihat terbentuknya dulu bagaimana apakah air laut sampai ke atas tebing?
Menuju ke Batu Cangga ini kami melewati kebun penduduk kemudian lewat tangga curam yang baru jadi dulunya belum ada bantuan tangga, ngebayanginnya serem dulunya.
Foto diambil dari tangga kereen kan yaaa...

Kami kembali ke pelabuhan dan menyeberang ke Dungkek kembali tepat jam 1 siang kapal terakhir, 30 menit sampai di Pelabuhan Dungkek kami kembali ke Sumenep makan siang di RM Amanish enaakkk enakk menunyaa cocok di lidah.
Kenyang makan siang yang agak terlambat kami lanjut ke Pelabuhan Tanjung sekitar 30 menit perjalanan dari Sumenep jalurnya arah ke Selatan sehingga besoknya kami balik ke Surabaya bablas lewat jalur Selatan tidak balik ke Sumenep lagi.

Pelabuhan Tanjung ini kapal terakhir pukul 4 sore tapi kalau penumpangnya banyak masih bisa diangkut, tiket 10rb/orang dewasa. Tujuan kami di Pelabuhan Tanjung ini menyebrang ke gili Genting Pantai 9 dan menginap di sana. Parkir mobil banyak kok jadi tenang saja Insya Allah aman karena banyak mobil menginap di sana dg biaya parkir 24 jam 20rb.

Waktu menyebrang sekitar 35 menitan hampir mirip dengan tanjung dungkek ke Gili Iyank. Tapi memang lokasi berbeda ya kalau full naik kapal dari Gili Iyank ke Gili Genting justru lamaa bisa 3 jaman kalau jalur darat seperti yang kami lakukan bisa hemat waktu.

kami menginap di Pantai 9 ini dimana ada penginapan langsung menghadap pantai dengan tarif 350 (kamar mandi luar), 500 (rumah kayu kamar mandi dalam) dan 700rb (bangunan permanen kamar mandi dalam) semua pakai AC.
Bagus pantainya anak-anak puas main pasir di depan penginapan, untuk makan kami minta Pak Kali guide kami untuk dicarikan ikan segar buat di bakar. Ongkos bakar dan masak ikanpun murah total kami ikan tengiri, ikan tongkol dan ikan satu lagi lupa di bakar goreng masak buat makan malam dan pagi + minum habisnya 130rb doang.
HARI III
Pagi-pagi kami sudah cek out dari pantai 9, karena anak-anak tidak sabar snorkling. Kami sewa kapal menuju Pulau Gili Labak kebetulan adanya kapal dengan kapasitas 30 orang dapat harga sewa 1 jt di tawar jadi 800rb isinya cuma kami ber-4, Guide kami dan ABK Kapal. 
Pulau Gili Labak ini jauh perjalanan sekitar 1,5 - 2 jam tapi baguss ga nyesel kesini, jernihhh banget airnya, biota lautnya kereen 👍.

Penduduk di Pulau Gili Labak bermata pencaharian Nelayan dulunya mereka masih primitif banget tahun 2013 belum ada toilet disini. Penduduk Gili Labak di tahun 2013 kebawah masih pup di laut lho.

Pantai berpasir putih tempat snorkling dan diving yang keren disini. Airnya jernihhh banget.
Pengunjungnya cuma.kami serasa pantai milik sendiri. Kami keliling juga melihat rumah penduduk di Pulau Gili Labak.
Lamaa kami di Pulau ini sayang tidak ada yang jualan, sebetulnya ada warung warung tapi tutup.

Setelah puas kami kembali ke Pelabuhan Tanjung dengan waktu tempuh 2-2,5 jam. Sampai pelabuhan tanjung lanjut kembali ke Surabaya kami melewati Pamekasan, Sampang dan Bangkalan jalur selatan.

Madura itu kereeen ternyata banyak pulau alami tapi jarak tempuhnya jauh-jauh. Penduduknya tidak seperti yang di bayangkan, ramah ramah sopan.

Madura yang terdiri dari 4 kabupaten memiliki keunikan masing2 antara lain :
1. Kab BANGKALAN masih dekat dengan Surabaya khasnya Bebek banyak jualan Bebek ada Sinjay, Prima, Songkem dkk sama kalau merantau jd penadah BESI
2. Kab SAMPANG khasnyaa laki laki tua muda pake sarung dan peci entah di tmp wisata, tukang parkir sangat ketara ketika naik motor di jalan. Pedagang Sate banyaknya dari Sampang.
Monumen trunojoyo sampang

3. Kab. PAMEKASAN terkenal dengan AHLI GIGI kalau merantau bikin AHLI GIGI sama Karapan Sapi di Pamekasan
4. Kab. SUMENEP orangnya halus sopan terkenal dengan Toko Kelontong Madura banyakkan yang jualan Orang Sumenep.
Kami berangkat lewat jalur utara yg baguss pemandangannya dan sepii eeeh pulang jalur selatan padeet macet banyak pasar tumpah banyak truk bus.

So silakan explore Madura bisa minta tolong PAK MISKALIK 0822 3452 3988
Pengeluaran kami di Madura kemarin
1. Guide 2 hari @300rb x2 :600
2. Penginapan di Sumenep semalam 250/kamar kami ambil 2 kamar jadi 500
3. Kapal Pelabuhan Dungkek - Pulau Iyank pp 60rb
4. Sewa Viar di Pulau Iyank 200rb
5. Kapal Pelabuhan Tanjung - Pulau Gili Genting Pantai 9 total 40rb
6. Penginapan di Gili Genting Pantai 9 Rp. 400rb
7. Kapal khusus private dari Gili Genting ke Gili Labak, Gili Labak balik ke Pelabuhan Tanjung 800rb
8. Tips sukarela buat penduduk usia lanjut, guide yg antar explore goa, yang jaga Batu Canggah kurleb 200rban
9. Makan total selama di Madura 400rban
10. Air terjun toran dan pantai slopeng total 40rb sudah plus parkir

Penduduk Madura tepatnya di daerah Legung Sumenep dekat dengan Pelabuhan Dungkek masih tidur di atas pasir, di rumah di sediakan satu kamar berisi pasir untuk tidur konon katanya pasir itu kalau musim panas terasa dingin kalau musim hujan terasa hangat. Bagus buat kesehatan katanya. Halamannya juga berpasir.

Sekian dulu wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh lanjut yaa trip kami setelah dari Madura kami Explore Bromo dan nomor sewa jeep bisa baca disini 👈.

Rangkaian Roadtrip kami Februari - Maret 2022 Alhamdulillah di tanggal 7 Maret masuk hari ke 17 kami sudah berhasil menaklukkan kawah ijen 💪💪.